No Result
View All Result
Newsletter
ONTREND Indonesia
No Result
View All Result
ONTREND Indonesia

Kanazawa, Ishikawa: Kyoto-nya Jepang Bagian Barat Tanpa Kerumunan

Redaksi Ontrend by Redaksi Ontrend
May 10, 2026
in Destination, Travel
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada pertanyaan yang selalu muncul di antara pelancong yang sudah lebih dari sekali ke Jepang: apakah ada kota yang punya semua yang dimiliki Kyoto — distrik geisha, kuil-kuil bersejarah, taman kelas dunia, dan pasar tradisional — tapi tanpa kerumunan yang membuat berjalan pun terasa seperti berdiri di antrean?

Jawabannya ada. Dan namanya Kanazawa, ibu kota Prefektur Ishikawa. Kota yang selamat dari pengeboman Perang Dunia II — tidak seperti sebagian besar kota besar Jepang lainnya — sehingga warisan arsitektur Edo-nya hampir utuh. Hasilnya: distrik geisha yang masih aktif, taman yang dianggap terbaik di Jepang, dan pasar seafood Laut Jepang berusia 280 tahun. Semua yang dimiliki Kyoto, dengan ketenangan yang tidak lagi bisa kamu temukan di Kyoto.


Kenrokuen: Apa yang Membuat Taman Ini Dianggap Terbaik di Jepang?

Kenrokuen adalah standar keindahan taman lanskap Jepang berdasarkan enam kualitas yang dirumuskan oleh kritikus taman Tiongkok: keluasan, ketenangan, kecermatan, pemandangan jauh, air mengalir, dan panorama. Menggabungkan keenamnya secara sempurna dianggap hampir mustahil — dan Kenrokuen adalah satu dari sangat sedikit taman yang berhasil.

Taman seluas 11,4 hektare ini punya dua hal yang paling ikonik: Kotojitoro Lantern — lentera batu berkaki dua di tepi kolam utama yang sudah menjadi simbol Kanazawa — dan Yukitsuri, sistem tali yang membentang dari puncak pohon pinus ke batang tengah seperti kerangka payung terbalik, dirancang untuk mencegah salju memecah cabang di musim dingin. Pemandangan yukitsuri di Kenrokuen adalah salah satu visual musim dingin paling ikonik di Jepang.

Tiket masuk: ¥320 (Maret–November), ¥210 (Desember–Februari). Waktu terbaik: pagi hari sebelum jam 9, atau musim dingin untuk yukitsuri.


21st Century Museum: Museum yang Tidak Terasa Seperti Museum

Dirancang oleh SANAA (Kazuyo Sejima dan Ryue Nishizawa) dalam bentuk lingkaran sempurna, 21st Century Museum of Contemporary Art Kanazawa adalah salah satu bangunan museum paling dibicarakan di Jepang. Tidak ada fasad depan atau belakang — dinding kaca transparannya menghapus batas antara galeri dan taman di luar.

Instalasi paling ikonik: “Swimming Pool” karya Leandro Erlich — kolam dengan kaca transparan di tengahnya, sehingga dari atas kamu melihat orang berdiri di bawah air, dan dari bawah kamu melihat langit seolah terhalang lapisan air tipis. Antrian untuk masuk ke dalam pool bisa melebihi 3 jam pada akhir pekan — book online sebelum datang. Bagian luar museum gratis untuk dikunjungi. Tiket galeri permanen: ¥360.


Higashi Chaya: Distrik Geisha yang Masih Bernafas

Higashi Chaya adalah distrik geisha (chayagai) terbesar dan terbaik terjaga di luar Kyoto — dan berbeda dari Gion yang sudah sangat terkomersialkan, Higashi Chaya masih menyimpan bangunan-bangunan ochaya (rumah teh geisha) berusia 200 tahun dengan atmosfer yang belum diganggu renovasi modern.

Yang paling worth it untuk dikunjungi: Shima — salah satu ochaya tertua yang sudah dikonservasi dan dibuka untuk umum, memperlihatkan interior autentik termasuk ruangan tamu, dapur, dan cerita para geisha yang pernah tinggal di sini. Tiket ¥750. Di sepanjang Higashi Chaya juga tersebar puluhan toko yang menjual kue daun emas (gold leaf wagashi) dan keramik Kutani-yaki yang menjadi identitas visual Kanazawa.


Kenapa Seafood Kanazawa Berbeda dari Kota Lain?

Kanazawa menghadap Laut Jepang — perairan yang lebih dingin dan lebih dalam dari Samudera Pasifik — dan ini menghasilkan ikan dengan kandungan lemak yang berbeda. Omicho Ichiba, pasar basah tradisional yang sudah beroperasi sejak era Edo, adalah tempat terbaik untuk merasakannya langsung.

Di sini kamu akan menemukan: buri (yellowtail) musim dingin, snow crab (zuwaigani) yang musimnya November–Maret, dan nodoguro (blackthroat seaperch) — ikan paling prestisius Laut Jepang yang harganya bisa melampaui toro di Tokyo. Cara terbaik: datang pagi (08.00–09.00) dan pesan kaisen-don di mezzanine restoran atas pasar. Salah satu sarapan terbaik yang bisa didapat di Jepang — dan itu bukan berlebihan.


Yang Perlu Kamu Tahu

Transportasi: Dari Tokyo (Tokyo Station), naik Hokuriku Shinkansen (Kagayaki atau Hakutaka) langsung ke Kanazawa Station — sekitar 2,5 jam, JR Pass berlaku. Dari Osaka atau Kyoto, naik Limited Express Thunderbird — 2–2,5 jam, JR Pass berlaku.

Dalam kota: Bus Kanazawa Loop (¥200 per naik atau ¥600 untuk day pass) menghubungkan semua atraksi utama. Bersepeda juga bisa tapi area berbukit di sekitar Kenrokuen agak menantang.

Durasi ideal: Dua malam tiga hari untuk menjangkau semua highlight. Satu malam sudah bisa untuk Kenrokuen, 21st Century Museum, dan Higashi Chaya, tapi Omicho Market dan distrik samurai butuh hari tambahan.

Waktu terbaik: Musim dingin (Desember–Februari) untuk yukitsuri di Kenrokuen dan snow crab di Omicho. Musim gugur (Oktober–November) untuk maple. Musim bunga (April) untuk sakura di Kenrokuen.


Jadi, kenapa harus ke sini? Kanazawa bukan “Kyoto yang lebih sepi” — ia adalah kota dengan identitas sendiri yang lebih dalam dan lebih autentik dari label itu. Taman terbaik Jepang, museum arsitektur paling diperbincangkan, distrik geisha yang masih bernafas, dan pasar seafood yang menjual ikan paling bergengsi di Laut Jepang. Semua dalam kota yang terasa seperti masih menjadi rahasia Asia Tenggara.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Kanazawa bisa dikombinasikan dengan Kyoto dalam satu trip?
Sangat bisa dan sangat direkomendasikan. Rute populer: Tokyo → (Shinkansen) → Kanazawa → (Thunderbird) → Kyoto/Osaka. Ini adalah loop yang efisien dan mencakup pengalaman Hokuriku yang tidak ada di itinerary standar.

Kapan festival terbesar di Kanazawa?
Hyakumangoku Matsuri setiap awal Juni adalah festival terbesar Kanazawa — parade kostum era Edo sepanjang jalan utama kota dengan lebih dari 2.000 peserta. Salah satu festival paling megah di Jepang yang hampir tidak diketahui wisatawan asing.

Apakah makanan halal mudah ditemukan di Kanazawa?
Lebih terbatas dari Tokyo atau Osaka, tapi terus berkembang. Seafood segar tanpa bumbu tambahan (sashimi, sushi sederhana) umumnya aman. Restoran yang eksplisit menyebut halal bisa ditemukan via HalalNavi dengan kata kunci “Kanazawa.”

Tags: jepangkanazawatravel
Previous Post

Amanohashidate & Ine: Desa Funaya & Sandbar Legendaris di Kyoto Utara

Next Post

Takayama, Gifu: Kota Sake & Arsitektur Edo di Pegunungan Alpen

Redaksi Ontrend

Redaksi Ontrend

Next Post

Takayama, Gifu: Kota Sake & Arsitektur Edo di Pegunungan Alpen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

  • Ise, Mie: Kuil Suci Terpenting Shinto yang Tidak Pernah Masuk Itinerary
  • Matsumoto, Nagano: Kastil Hitam Asli Jepang & Kota Seni yang Diam-diam Menawan
  • Shirakawa-go & Gokayama: Desa Jerami UNESCO yang Tersembunyi di Gifu
  • Takayama, Gifu: Kota Sake & Arsitektur Edo di Pegunungan Alpen
  • Kanazawa, Ishikawa: Kyoto-nya Jepang Bagian Barat Tanpa Kerumunan
Facebook Twitter

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Depan

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.