Nara bukan hanya soal rusa. Satu jam dari Osaka, kota ibu kota Jepang yang terlupakan ini menyimpan Buddha tembaga terbesar dunia dalam gedung kayu terbesar Jepang, kuil dengan 3.000 lentera yang menyala dua kali setahun, dan taman tersembunyi yang gratis ...
Satu jam dari Shinjuku via kereta panorama, Hakone menawarkan view Gunung Fuji terbaik tanpa harus mendaki, onsen premium, ryokan dengan kaiseki dinner di kamar, dan museum seni kontemporer di tengah pegunungan — semua dalam satu kawasan yang dirancang untuk slow ...
Nikko bukan sekadar kuil emas yang sering muncul di buku sejarah Jepang. Dua jam dari Tokyo, kota kecil di Tochigi ini menyimpan air terjun, danau kawah, dan jembatan merah yang hampir tidak pernah masuk itinerary wisatawan Asia Tenggara. ...
Kairakuen di Mito adalah salah satu dari tiga taman terbesar Jepang — dan yang paling diabaikan. Setiap Februari-Maret, 3.000 pohon plum dari 100 varietas mekar serentak sebulan sebelum sakura, menghadirkan keindahan musim bunga yang nyaris tanpa kerumunan. ...
Tiga puluh menit dari Ikebukuro, Kawagoe menyimpan jalan bersejarah dengan bangunan era Edo yang masih berfungsi, lonceng tua yang berbunyi empat kali sehari seperti empat ratus tahun lalu, dan gang permen retro yang menjual nostalgia dalam bungkus kertas vintage. ...
Dua jam dari Tokyo, Mashiko adalah kota tembikar aktif terbesar di Jepang — bukan museum, tapi lebih dari 300 studio dan kiln yang masih berproduksi. Di sinilah gaya pottery yang paling dikenal dunia sebagai "keramik Jepang" lahir dari tangan Hamada ...
Chichibu di barat Saitama — 90 menit dari Ikebukuro — menyimpan whisky Jepang paling dicari kolektor dunia, festival malam UNESCO, bukit bunga musim semi, dan kuil yang dijuluki Nikko-nya Kanto. Dan hampir tidak ada turis asing yang tahu tempat ini. ...

