No Result
View All Result
Newsletter
ONTREND Indonesia
No Result
View All Result
ONTREND Indonesia

Nara: Rusa Liar, Buddha Terbesar & Naramachi yang Tenang

Redaksi Ontrend by Redaksi Ontrend
May 10, 2026
in Destination, Experience, Travel
0
Share on FacebookShare on Twitter

Nara sering direduksi menjadi satu kalimat: “kota rusa yang bisa diberi makan.” Benar — tapi itu hanya lapisan paling permukaan dari salah satu kota bersejarah paling penting di Jepang. Nara adalah ibu kota Jepang sebelum Kyoto, tempat di mana Buddhisme pertama kali berakar kuat di negeri ini, dan rumah bagi Buddha tembaga terbesar di dunia yang masih berdiri di dalam gedung kayu terbesar di Jepang. Rusa-rusa itu memang charming, tapi mereka adalah bonus — bukan poin utamanya.


Todai-ji & Daibutsu: Angka yang Membantu Memahami Skalanya

Todai-ji adalah kuil Buddha terbesar di Jepang, dan bangunan utamanya — Daibutsuden — adalah struktur kayu terbesar di dunia. Bangunan ini sudah dibakar dan dibangun ulang dua kali sepanjang sejarahnya; yang berdiri sekarang adalah versi ketiga yang diselesaikan pada 1709 — dan bahkan versi ketiga ini hanya dua pertiga dari ukuran aslinya. Bayangkan apa yang aslinya.

Di dalam Daibutsuden, Daibutsu setinggi 14,98 meter berdiri dalam posisi meditasi. Tangan kirinya terbuka sebagai tanda menerima semua makhluk; tangan kanannya terangkat sebagai tanda perlindungan. Patung ini terbuat dari perunggu dengan lapisan emas — dan dibangun pada tahun 752 sebagai persembahan kekaisaran.

Detail yang paling ikonik: ada pilar kayu dengan lubang di dasarnya yang ukurannya sama persis dengan lubang hidung patung Daibutsu. Kepercayaan setempat menyebut siapa pun yang berhasil melewati lubang itu akan mendapat keberkahan. Melihat orang dewasa mencoba melewatinya adalah salah satu pemandangan paling menghibur di seluruh Nara.

Tiket masuk Todai-ji: ¥600.


Rusa Nara: Lebih dari Sekadar Atraksi Selfie

Sekitar 1.300 rusa shika berkeliaran bebas di seluruh Nara Park — dan ini bukan baru terjadi. Rusa-rusa ini sudah dianggap sebagai hewan suci (messengers of the gods) selama lebih dari 1.200 tahun di Kuil Kasuga Taisha. Membunuh rusa Nara adalah kejahatan berat yang bisa dihukum mati pada era Edo.

Hari ini, rusa-rusa ini tidak jinak tapi tidak agresif — mereka hidup dalam ritme mereka sendiri, kadang menunggu di depan lampu merah, memasuki toko konbini, atau tidur di tengah jalan. Mereka memang minta makan dengan cara membungkuk kepala — perilaku yang mereka pelajari dari interaksi berabad-abad dengan manusia. Senbei (kue beras tanpa garam) dijual seharga ¥200 per bundel di seluruh area taman.

Tips: pegang senbei dengan hati-hati dan bagikan cepat — rusa Nara terkenal tidak sabar dan bisa cukup insistent jika kamu lambat.


Kasuga Taisha: Kuil dengan Ribuan Lentera

Kasuga Taisha adalah salah satu kuil Shinto paling penting di Jepang — didirikan pada 768 Masehi dan merupakan kuil pelindung klan Fujiwara, salah satu keluarga paling berpengaruh dalam sejarah Jepang. Yang membuat Kasuga Taisha paling menakjubkan secara visual: koleksinya yang luar biasa berupa lebih dari 3.000 lentera perunggu dan batu yang menghiasi seluruh jalur menuju kuil.

Lentera-lentera ini dinyalakan dua kali setahun — Mantoro Festival di bulan Februari dan Agustus — ketika seluruh jalan menuju kuil berubah menjadi lautan cahaya di tengah kegelapan. Ini adalah salah satu festival lantern paling mengagumkan di Asia, dan hampir tidak ada wisatawan internasional yang datang khusus untuk ini.

Masuk halaman depan kuil: gratis. Inner Sanctuary: ¥500.


Naramachi & Yoshikien: Dua Alasan untuk Tidak Buru-buru Pulang

Naramachi adalah distrik kota tua di selatan Nara Station — jalan-jalan kayu yang tenang, galeri seni kecil, kafe tersembunyi, dan toko kerajinan tradisional yang jauh dari kerumunan Todai-ji. Berjalan tanpa tujuan di sini selama satu jam adalah antidote sempurna setelah keramaian kuil besar.

Yoshikien Garden adalah taman tradisional dengan tiga gaya berbeda dalam satu properti — dan masuk gratis untuk wisatawan asing (bawa passport untuk verifikasi). Karena tidak banyak yang tahu, taman ini selalu lebih sepi dari Isuien Garden yang berbayar di sebelahnya, padahal kualitasnya setara.


Yang Perlu Kamu Tahu

Dari Osaka: Kintetsu Nara Line dari Osaka-Namba ke Kintetsu Nara Station — 40 menit, ¥680. Atau JR Yamatoji Line dari Osaka ke JR Nara Station — 45 menit, JR Pass berlaku.

Dari Kyoto: Kintetsu Kyoto Line dari Kintetsu Kyoto ke Kintetsu Nara — 35 menit express, ¥760. Atau JR Nara Line — 45 menit, JR Pass berlaku.

Durasi ideal: Setengah hari (4 jam) cukup untuk Todai-ji, Nara Park, dan Kasuga Taisha. Satu hari penuh jika ingin tambah Naramachi dan Yoshikien.

Waktu terbaik: Musim gugur (Oktober–November) untuk maple di Yoshikien. Pagi hari sebelum jam 9 untuk Todai-ji sebelum bus wisata datang.


Jadi, kenapa harus ke sini? Nara adalah kota yang sering dikunjungi tapi jarang dimengerti. Rusa adalah pintu masuknya — tapi apa yang ada di balik pintu itu jauh lebih dalam: Buddha terbesar dalam gedung kayu terbesar, kuil dengan ribuan lentera, dan distrik tua yang lebih tenang dari Gion manapun. Satu jam dari Osaka atau Kyoto, Nara selalu layak lebih dari tiga jam kunjungan.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah rusa Nara berbahaya?
Umumnya tidak, selama kamu tidak menggoda atau memegang makanan terlalu lama. Rusa jantan bisa lebih assertive di musim kawin (September–Oktober). Anak kecil harus diawasi karena rusa bisa cukup memaksa saat meminta makan.

Apakah Nara bisa dikunjungi dalam setengah hari?
Setengah hari (4 jam) cukup untuk Todai-ji, Nara Park, dan Kasuga Taisha. Satu hari penuh jika ingin tambah Naramachi, Yoshikien, dan santai lebih lama — yang sangat direkomendasikan.

Mana lebih baik sebagai base camp: Osaka atau Kyoto?
Keduanya hampir setara jaraknya. Osaka lebih ekonomis untuk akomodasi. Kyoto punya akses yang lebih langsung untuk menggabungkan trip ke Nara dengan area selatan Kyoto seperti Fushimi Inari.

Tags: jepangnaratravel
Previous Post

Hakone: Onsen, Fuji View & Ryokan Mewah 1 Jam dari Shinjuku

Next Post

Himeji Castle: Kastil Paling Sempurna di Jepang yang Jarang Dibahas

Redaksi Ontrend

Redaksi Ontrend

Next Post

Himeji Castle: Kastil Paling Sempurna di Jepang yang Jarang Dibahas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

  • Ise, Mie: Kuil Suci Terpenting Shinto yang Tidak Pernah Masuk Itinerary
  • Matsumoto, Nagano: Kastil Hitam Asli Jepang & Kota Seni yang Diam-diam Menawan
  • Shirakawa-go & Gokayama: Desa Jerami UNESCO yang Tersembunyi di Gifu
  • Takayama, Gifu: Kota Sake & Arsitektur Edo di Pegunungan Alpen
  • Kanazawa, Ishikawa: Kyoto-nya Jepang Bagian Barat Tanpa Kerumunan
Facebook Twitter

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Depan

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.