No Result
View All Result
Newsletter
ONTREND Indonesia
No Result
View All Result
ONTREND Indonesia

Himeji Castle: Kastil Paling Sempurna di Jepang yang Jarang Dibahas

Redaksi Ontrend by Redaksi Ontrend
May 10, 2026
in Destination, Travel
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ada pertanyaan yang sering muncul di antara wisatawan yang sudah beberapa kali ke Jepang: “Kenapa Himeji selalu ada di daftar tapi jarang benar-benar dikunjungi?” Jawabannya sederhana — karena terjepit di antara Osaka dan Hiroshima dalam jadwal ketat, Himeji sering jadi korban itinerary yang terlalu ambisius. Terlalu sayang dilewatkan, tapi selalu “nanti saja.”

Ini adalah kesalahan yang lebih besar dari yang terlihat. Himeji Castle adalah salah satu dari dua belas kastil original Jepang yang tidak pernah direkonstruksi — bukan replika beton seperti Osaka Castle atau Nagoya, tapi kayu asli dari abad ke-17 yang masih berdiri kokoh. Dan itu adalah perbedaan yang sangat terasa ketika kamu berdiri di dalamnya.


Himeji Castle: Kenapa Ini Berbeda dari Kastil Jepang Lainnya?

Himeji Castle mendapat julukannya — Shirasagijo (Kastil Bangau Putih) — dari warna dindingnya yang serba putih bersih. Konstruksi dimulai pada 1333 dan dikembangkan besar-besaran pada 1601–1609, dan kastil ini tetap berdiri dalam kondisi hampir identik sejak saat itu. Bahkan selama Perang Dunia II, ketika Himeji dibom, bom yang jatuh di kastil tidak meledak — sebuah keberuntungan sejarah yang membuat banyak orang Jepang menganggapnya sebagai tempat yang dilindungi kekuatan gaib.

Sistem pertahanan kastil adalah sebuah labirin. Ada lebih dari 80 gerbang, jalan yang sengaja berkelok-kelok untuk membingungkan penyerang, dinding dengan lubang berbentuk lingkaran, segitiga, dan persegi untuk melepaskan panah dan senjata api, dan sistem drainase yang didesain untuk memperlambat pergerakan musuh. Berjalan melaluinya bahkan sebagai turis adalah pengalaman yang terus membuat kamu berdecak kagum.

Tiket masuk: ¥1.000 untuk kastil saja, ¥1.050 termasuk Koko-en Garden.


Koko-en Garden: Sembilan Taman dalam Satu Dinding

Di sebelah barat kastil, Koko-en adalah kompleks taman tradisional Jepang yang terdiri dari sembilan sub-taman berbeda yang masing-masing dirancang dengan gaya dan musim yang berbeda. Dibangun pada 1992 di atas lahan yang dulunya adalah kediaman pegawai samurai kastil.

Koko-en paling indah di musim sakura (akhir Maret–April) ketika kastil putih dengan latar bunga merah muda dari dalam taman memberikan komposisi foto yang sangat memorable. Di musim gugur, maple merah menggantikan sakura dengan keindahan yang berbeda tapi sama dramatisnya.


Nishi-no-maru: Sudut Tersembunyi yang Paling Fotografis

Nishi-no-maru adalah area yang paling sering dilewatkan karena tidak terlihat dari jalan utama. Di sini ada koridor panjang dengan jendela berjejer yang menghadap ke halaman kastil — jalur yang dulunya digunakan oleh penghuni kastil untuk mengamati lingkungan tanpa terlihat dari luar.

Berjalan di sepanjang koridor ini di pagi hari, dengan cahaya menembus jendela dan kastil utama terlihat di kejauhan, adalah salah satu pengalaman paling quietly beautiful di seluruh Himeji. Tidak banyak orang yang tahu spot ini.


Yang Perlu Kamu Tahu

Dari Osaka: Shinkansen Nozomi atau Hikari dari Shin-Osaka ke Himeji — 30–40 menit, JR Pass berlaku. Atau naik Special Rapid Service (JR Line biasa) dari Osaka Station — sekitar 1 jam, lebih santai dan JR Pass berlaku.

Dari Kyoto: Shinkansen dari Kyoto ke Himeji — 25 menit. Atau JR Special Rapid langsung — sekitar 1 jam 15 menit.

Durasi ideal: Setengah hari (4–5 jam) cukup untuk kastil dan Koko-en. Satu hari penuh jika ingin tambah museum dan Himeyama.

Waktu terbaik: Akhir Maret–April untuk sakura. Oktober–November untuk maple di Koko-en. Musim dingin dengan salju tipis di atap kastil — sangat langka dan sangat diperebutkan fotografer.

Makanan khas: Himeji terkenal dengan anago (eel laut) yang disajikan sebagai sushi atau donburi — berbeda dari unagi yang lebih familiar, dan worth trying jika ada kesempatan.


Jadi, kenapa harus ke sini? Himeji bukan destinasi yang butuh banyak waktu — tapi ia adalah salah satu tempat yang paling membekas. Kastil putih yang megah ini tidak terlihat seperti reruntuhan atau replika; ia terlihat seperti sesuatu yang masih hidup dan berfungsi, menjaga bukit seperti yang ia lakukan selama 400 tahun. Tiga puluh menit dari Osaka via Shinkansen, tidak ada alasan untuk terus menjadikannya “destinasi nanti.”


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Himeji bisa dikombinasikan dengan Osaka dan Kyoto dalam satu hari?
Bisa sebagai stop antara keduanya. Berangkat pagi dari Osaka, 3–4 jam di Himeji, lanjut ke Kyoto sore hari — ini adalah rute yang populer dan sangat efisien.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeksplor kastil?
Untuk mengunjungi kastil dari bawah ke puncak (lantai 6) termasuk semua sudut interior: sekitar 1,5–2 jam. Tambah 1 jam untuk Koko-en Garden.

Apakah ada makanan khas Himeji yang perlu dicoba?
Himeji terkenal dengan anago (eel laut, berbeda dari unagi/eel sungai) yang disajikan sebagai sushi atau donburi. Restoran di sekitar kastil dan Himeji Station area menyajikan spesialitas ini — jangan melewatkannya.

Tags: budayahimejijepangtravel
Previous Post

Nara: Rusa Liar, Buddha Terbesar & Naramachi yang Tenang

Next Post

Kinosaki Onsen: Kota Onsen Paling Romantis di Jepang Barat

Redaksi Ontrend

Redaksi Ontrend

Next Post

Kinosaki Onsen: Kota Onsen Paling Romantis di Jepang Barat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

  • Ise, Mie: Kuil Suci Terpenting Shinto yang Tidak Pernah Masuk Itinerary
  • Matsumoto, Nagano: Kastil Hitam Asli Jepang & Kota Seni yang Diam-diam Menawan
  • Shirakawa-go & Gokayama: Desa Jerami UNESCO yang Tersembunyi di Gifu
  • Takayama, Gifu: Kota Sake & Arsitektur Edo di Pegunungan Alpen
  • Kanazawa, Ishikawa: Kyoto-nya Jepang Bagian Barat Tanpa Kerumunan
Facebook Twitter

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Depan

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.